• July 22, 2024

11,5 Juta Petani Hadapi Ketidakpastian Soal Tanah, Bakal Berdampak Besar Terhadap Kerawanan Pangan

Peneliti Center of Food, Energy and Sustainable Development INDEF, Dhenny Yuartha, mengungkap ada 11,51 juta petani menghadapi ketidakpastian soal tanah. Padahal, menurut penelitian dia, rumah tangga petani akan memiliki kerawanan pangan yang lebih rendah jika memiliki tanah. "Penelitian saya saat ini melihat justru tanah ini penting," kata Dhenny dalam diskusi publik yang disiarkan secara daring, Senin (22/1/2024).

"(Penting) karena rumah tangga petani yang memiliki tanah, dia memiliki kerawanan pangan yang lebih rendah," lanjutnya. Dhenny kemudian mengungkapkan bahwa ketimpangan kepemilikan tanah di Indonesia sangat besar sekali. Menurut data yang dia miliki, ada 16 juta petani yang memiliki tanah di bawah 0,5 hektar.

11,5 Juta Petani Hadapi Ketidakpastian Soal Tanah, Bakal Berdampak Besar Terhadap Kerawanan Pangan Timor Leste Hadapi Tingkat Kerawanan Pangan yang Mengkhawatirkan, Menurut Laporan Terbaru WFP : 17 Juta Warga Yaman Alami Kerawanan Pangan, Imbas Perang Saudara hingga Kekeringan

Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan Bakal Libatkan Peran Petani Millenial Kemenperin Petakan Masalah dan Solusi Hadapi Ketidakpastian Global Demo Anarkis Soal Hauling Batu Bara di Jambi Berdampak Terhadap Kepercayaan Investor

Bapanas Launching Buku Daulat Pangan, Sebut 1,3 Juta Petani Berkurang Setiap Tahun Dhenny pun mengatakan jika nantinya tanah milik petani gurem itu dirampas, dampak secara luasnya bisa berimbas pada kemiskinan yang lebih besar. "Bagaimana kemudian kalau misalkan petani yang gurem itu tanahnya dirampas? Mereka enggak punya sertifikasi, tanahnya dirampas, tapi dia enggak bisa punya akses tanah negara untuk kemudian meningkatkan aktivitas ekonominya dia. Itu kemiskinan bisa semakin besar," katanya.

Ia pun turut menyayangkan soal tanah ini, salah satunya soal sertifikasi tanah, tidak disinggung lebih dalam saat debat calon wakil presiden pada Minggu (21/1/2024) kemarin. "Jadi, ini sangat penting dan itu yang kemudian perlu di address gitu ya karena kalau kita lihat contoh soal sertifikasi kemarin juga sebenarnya tidak banyak disinggung bagaimana sertifikasi ini harusnya lebih banyak ke redistribusi lahan gitu ya," ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *