• February 22, 2024

Anies Baswedan Soroti Kebijakan Ekspor Pulau Rawan Tenggelam dan Pasir Laut

Calon Presiden Anies Baswedan menegaskan Indonesia merupakan negara yang rentan akan dampak krisis iklim. Ia membahas langkah yang diambil pemerintah Joko Widodo yang tidak sejalan dengan persoalan itu.

Anies Baswedan bahkan menyinggung kebijakan kontroversial terkait ekspor hasil sedimentasi laut, termasuk pasir. Kebijakan ini dinilai memperparah kerentanan Indonesia terhadap dampak krisis iklim.

“Ketika pulau terdepan rawan tenggelam, dan wilayah pesisir terancam abrasi, maka kebijakan yang diambil justru sebaliknya, yakni mengizinkan ekspor pasir laut,” ujar Anies Baswedan dalam artikelnya Indonesia, Climate Crisis Emergency, dilansir oleh Mediaindonesia.com, Selasa, 13 Juni 2023 .

Anies Baswedan menegaskan, sudah saatnya semua pihak menyatakan dengan tegas bahwa kondisi saat ini bukan lagi perubahan iklim, melainkan krisis iklim. Kuncinya, kata Anies, ada di kata ‘krisis’.

Ia menambahkan, selama ini istilah ‘perubahan iklim’ hanya dijadikan alasan bahwa masalah itu belum terjadi dan dianggap sebagai masalah yang akan datang. Padahal, tegas Anies, Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap dampak krisis iklim

Anies Baswedan mengakui berbagai komitmen penyelesaian krisis iklim sudah dibuat dengan target tinggi. Namun, pencapaiannya belum setinggi yang diharapkan. Berdasarkan Environmental Performance Index, Indonesia berada di peringkat terbawah, posisi 164 dari 180 negara.

“Angka ini tidak hanya mencerminkan kinerja yang rendah, namun merupakan cerminan buram bahwa penyelenggara negara belum memprioritaskan dan memberikan kualitas hidup yang baik bagi warga negaranya,” jelas Anies Baswedan.

Menurut Anies, menghadapi krisis iklim juga membutuhkan penguatan kolaborasi dan diplomasi. Hal itu bisa dilakukannya jika ia bekerjasama dengan masyarakat Ciliwung. Dalam hal diplomasi, Indonesia perlu meninggalkan diplomasi transaksional.

“Kita tidak bisa hanya menggunakan kata alam untuk memperoleh posisi tawar. Ketika hutan sudah dibabat, pasir dari laut dilepaskan, harga diri bangsa ini perlahan terkikis,” tulis Anies.

Salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan Anies ialah dengan mengajak generasi sekarang atau milenial. Menurut Anies, sudah saatnya memberikan ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk menghadapi krisis iklim. Dengan begitu, menurutnya akan semakin banyak terobosan dan solusi baru yang muncul untuk mengatasi krisis iklim.

“Izinkan kita untuk membangun bersama dan berkolaborasi atas permasalahan penting generasi sekarang,” tulis Anies dalam kalimat penutup opininya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *