• May 27, 2022

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Biasanya Lebih Tinggi, Tapi Kini…

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal III sangat bergantung kepada penanganan Covid-19. Pada kuartal II 2021, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia 7,07 persen year-on-year.

“Biasanya tren kuartal III selalu lebih baik dari kuartal II, tapi sangat tergantung penanganan covid,” ujar Margo dalam konferensi pers, Kamis, 5 Agustus 2021.

Kunci utama agar ekonomi tumbuh, kata Margo, adalah semua pihak sama-sama menanggulangi sektor kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan serta menggencarkan vaksinasi. Dengan demikian, terjadi kekebalan kelompok.

“Sehingga penanganan kesehatan membaik dan ekonomi akhirnya semakin baik,” kata Margo.

Berkaca kepada kuartal II 2021, Margo mengatakan membaiknya mobilitas dan aktivitas masyarakat akan membuat ekonomi tumbuh. Untuk bisa meningkatkan mobilitas, tutur dia, penanganan kesehatan harus berhasil.

12 Selanjutnya

Karena itu, Margo mengatakan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 dan 4 pasti memengaruhi ekonomi Tanah Air. Kendati demikian, ia belum bisa memprediksi besar pengaruhnya.

“Nanti lihat pertumbuhan kuartal III 2021. Polanya, kalau semuanya semakin baik, harusnya kuartal itu membaik. Kalau semua polanya baik. Tapi kembali lagi ke mobilitas dan aktivitas masyarakat. Kalau itu terbatas, maka polanya bisa jadi berbeda,” kata Margo.

Sebelumnya, BPS mencatat Produk Domestik Bruto Indonesia atas dasar harga berlaku pada pada kuartal II 2021 mencapai Rp 4.175,8 triliun. Adapun PDB atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp 2.772,8 triliun.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia bila dibandingkan dengan kuartal I 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 3,31 persen. Pada kuartal I, PDB ADHK Indonesia Rp 2.684 triliun dan PDB ADHB-nya Rp 3.970,5 triliun.

Sementara itu, apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 mencapai 7,07 persen. Pasalnya, pada kuartal II 2020, PDB ADHK tercatat Rp 2.589,8 triliun dan PDB ADHB Rp 3.687,8 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.