• July 22, 2024

Momen Presiden Jokowi Puji Produk Kerupuk Buatan Pelaku UMKM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji kemajuan UMKM Indonesia yang pembiayaannya dibantu oleh PNM Mekaar. Jokowi memuji produk yang dikembangkan salah satunya dalam hal pengemasan. Jokowi mencontohkan salah satu UMKM yang membuat produk kerupuk rajungan.

Produk tersebut dikemas secara modern seperti produk produk yang dihasilkan perusahaan menengah atau besar. "Perbaikan produk. Packaging, kemasan. Packaging, kemasan. Coba saya baru saja, minggu yang lalu, ketemu 5.000 nasabah PNM Mekaar. Kerupuk oleh UMKM kita, kemasannya sekarang sudah seperti ini (modern). Kerupuk rajungan seperti ini kemasannya," kata Jokowi saat membuka BRI Microfinance Outlook 2024, di Menara BRILiaN, Jakarta, Kamis, (7/3/2024). "Dulunya hanya dibeli plastik biasa, dijual ke mana mana, sekarang seperti ini. Ini bisa dijual di ritel ritel modern, Hypermart, di mana pun bisa," imbuh Jokowi.

Selain kemasan, Jokowi juga memuji penamaan produk tersebut yang menarik perhatian. Produk kerupuk tersebut diberi nama atau label "Mama Muda". Jokowi kemudian berseloroh pujian terhadap penamaan tersebut bukan berarti dia senang dengan "mama muda". Momen Presiden Jokowi Puji Produk Kerupuk Buatan Pelaku UMKM Jokowi Pamer Produk UMKM Kerupuk Mama Muda di BRI Microfinance Outlook 2024

Wapres RI Buka Kepri Ramadhan Fair, Ma'ruf Amin Tertarik Produk UMKM Buatan Sarminah Presiden Jokowi Puji Pelayanan RSUD SSMA Pontianak Momen Semana Santa, UMKM Flores Timur Dampingan Bank NTT Pasarkan Produk Lokal

Momen Semana Santa, UMKM Flores Timur Dampingan Bank NTT Pasarkan Produk Lokal Walikota Ingin Produk UMKM Samarinda Diikutkan di Parsel, Pengusaha Milih Kue Kering Buatan Lokal "Nama kerupuknya juga bagus, Mama Muda. Bagus sekali, cara memberi namanya juga bagus. Saya senang betul. Bukan saya senang mama muda, ndak, saya senang cara memberi namanya itu bagus sekali. Kerupuk rajungan Mama Muda," kata Jokowi yang disambut tawa peserta yang hadir.

Selain kerupuk, Jokowi juga memuji produk sambel bawang yang diberi nama Lontara. Menurut Presiden kedua produk tersebut bisa di ekspor, padahal hanya mengambil kredit kecil yakni sebesar Rp5 juta. "Ini usaha kecil, usaha rumah tangga, kreditnya 5 juta, tapi bisa mengemas seperti ini, ini luar biasa. Inilah yang harus terus kita dorong. Bank mendorong, pemerintah mendorong, ini akan memperkuat daya saing kita kalau ini bisa masuk ke ekspor. Ini (sambal bawang) sudah ekspor ke Brunei dan ke Malaysia. Dan kreditnya baru 5 juta di PNM Mekaar," katanya. Menurut Presiden UMKM UMKM tersebut harus terus didorong agar semakin berkembang. Menurut Presiden UMKM memberi kontribusi yang sangat besar terhadap PDB Indonesia.

"Inilah kekuatan kekuatan usaha kecil yang tadi saya sampaikan di awal, memberikan kontribusi terhadap PDB ekonomi kita 61 persen, penyerapan tenaga kerja 97 persen dari angkatan kerja yang kita miliki," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *