• July 22, 2024

Pembelian Gula Pasir di Toko Ritel Dibatasi, Aprindo Ungkap Penyebabnya

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) angkat bicara soal pembelian gula pasri di toko ritel dibatasi. Menurut Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey, pembatasan ini bukan berarti stok gula di toko ritel mengalami kekosongan, tetapi lebih pada soal pemerataan. Selain soal pemerataan, ia mengatakan pembatasan ini juga dalam rangka mengurangi potensi spekulan.

"Kami mengurangi spekulan. Harga di ritel kan stabil Rp 17.500, sementara pedagang yang toko kelontong non retail atau individu seller itu jualnya sekarang Rp 18 ribu. Jadi kalau ada spekulan yang membeli Rp 17.500 dalam jumlah banyak, kemudian menjualnya masih bisa kan? Dia beli karena dia tahu [di] retail [harganya] Rp 17.500, dia jual 18 ribu," kata Roy dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2024). Roy menilai penting membatasi pembelian gula agar para spekulan ini tidak bermunculan, yang mana akhirnya dapat berdampak pada masyarakat. "Kebijakan pembatasan itu bukan karena kosong atau kurang, tetapi pemerataan [agar] setiap masyarakat bisa menikmati dengan harga terjangkau dan mengurangi potensi gerakan spekulan," ujar Roy.

Jokowi Jamin 4 Menteri Jadi Saksi di MK, Todung Mulya Lubis: Kapolri juga, Banyak Peran di Pilpres Kecelakaan Maut Hari Ini, Seorang Wanita Tewas, Mobil Elf Hantam Pagar Lalu Tabrak Korban Todung Sebut MK Kehilangan Kepercayaan Jika Tolak Gugatan Ganjar Mahfud

Tabrakan Minibus L300 dengan Mobil Avanza di Samahani, Seorang Penumpang Luka luka Serambinews.com Kubu Ganjar Mahfud Bakal Bawa Bukti Tambahan ke MK, Yakin Gugatan PHPU Pilpres Dikabulkan Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 2, Soal Lingkungan Belajar yang Aman, Ramah, dan Menyenangkan

Resmi Daftar Gugatan ke MK, TPN Ganjar Mahfud Minta Pilpres 2024 Diulang Tanpa Prabowo Gibran Arsenal Siap Bayar Rp 1,8 Triliun untuk Bintang Real Madrid yang Bisa Lebih Besar dari Bellingham Ia turut mengatakan bahwa kebijakan pembatasan pembelian gula ini tidak datang dari Aprindo, tetapi inisiatif para pengusaha ritel masing masing.

"Pengusaha ritel [yang menentukan] sendiri bukan Aprindo. Aprindo enggak pernah menginisiasi hal hal yg menjadi bagian rutin yang dihadapi pelaku ritel," jelas Roy. "Aprindo lebih banyak menginisiasi untuk bagaimana ketersediaan, mengkomunikasikan ke pemerintah, dan relaksasi kalau memang diperlukan," lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *