• July 22, 2024

Pemerintah Dinilai Hanya Cari Cuan dari Iuran Pariwisata di Tiket Pesawat

Pakar Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai rencana Pemerintah untuk menarik iuran pariwisata di tiket pesawat bukan langkah strategis. Hal itu dinilai hanya mencari pemasukan dari masyarakat. Dampak dari kebijakan tersebut dinilai hanya merugikan konsumen, terutama penumpang pesawat. Trubus mengatakan, tidak semua penumpang bertujuan untuk berwisata. "Orang naik pesawat urusannya kan' bukan cuma liburan," terang Trubus.

Dikhawatirkan Trubus, kebijakan tersebut malah akan meluas ke tiket transportasi lain, seperti tiket kereta api hingga tiket bus. Ujungnya hanya merugikan masyarakat karena tiket transportasi semakin mahal. "Dampaknya merugikan konsumen. Tidak hanya di tiket pesawat, nanti di tiket kereta api, tiket bus, akan membebani masyarakat. Tiket pesawat tambah mahal, kebijakan tersebut tidak ada urgensinya," tambah Trubus. Pemerintah Dinilai Hanya Cari Cuan dari Iuran Pariwisata di Tiket Pesawat

Pemerintah Rencana Pungut Iuran Pariwisata Melalui Tiket Pesawat, Ini Dampaknya Anggota DPR Sebut Iuran Pariwisata di Tiket Pesawat Kebijakan Aneh Maskapai Bersiap Hadapi Sepinya Penumpang Saat Pemerintah Cari Uang Pariwisata di Tiket Pesawat

Iuran Pariwisata di Tiket Pesawat, Astindo: Harusnya Tidak Berlaku ke WNI Maskapai Akan Hadapi 'Kiamat' Penumpang Akibat Ulah Pemerintah Cari Uang Pariwisata di Tiket Pesawat Ulah Pemerintah Mau Cari Uang Pariwisata di Tiket Pesawat, Maskapai Akan Hadapi Penurunan Penumpang

Iuran Pariwisata Diwacanakan Masuk Komponen Harga Tiket Pesawat, Ini Kata Kemenhub Sebelumnya, Deputi Bidang Pariwisata dan Ekoonomi Kreatif Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Odo R.M. Manuhutu, mengakui bahwa pemerintah tengah menyusun rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang dana abadi pariwisata berkualitas. “Rancangan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pariwisata berkualitas berlandaskan pada empat pilar, yaitu daya saing infrastruktur dasar, pengelolaan pariwisata berkelanjutan, keunikan destinasi, dan layanan pariwisata bernilai tinggi," tutur Odo, Selasa (23/4/2024).

Dalam soal pariwisata berkualitas, penyesuaian harga tiket pesawat menjadi soal yang krusial. Selain tiket pesawat, aspek aspek lain yang disasar adalah diskon tarif tol, integrasi paket kunjungan wisata dengan kereta api, dan sistem penyelenggaraan event berbasis online single submission (OSS). Terkait harga tiket pesawat yang saat ini dikeluhkan terlalu mahal, Odo menjelaskannya dengan merinci komponen komponen yang memengaruhi harga tersebut. Odo menuturkan bahwa 72 persen dari harga tiket pesawat diperoleh dari beberapa komponen, yaitu avtur (35 persen), overhaul dan pemeliharaan pesawat—termasuk impor suku cadang (16 persen), sewa pesawat (14 persen) dan premi pesawat (7 persen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *