• July 22, 2024

Serunya Berburu Kacamata Harga Rp 100 Ribuan di Senen Jaya Blok 1 dan 2

Sejak selesai renovasi dan didesain ulang pada 2019 silam, bangunan lama Pusat Perbelanjaan Senen Jaya Blok 1&2 di kawasan Senen, Jakarta Pusat, kini menjadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat yang berburu beragam jenis kacamata. Pengunjung yang menyambangi tempat ini tidak hanya datang dari Jakarta, tapi juga kota kota sekitar seperti Tangerang, Bogor, Bekasi, bahkan dari luar kota. Waktu berburu kacamata di tempat ini yang paling direkomendasikan adalah pukul 10.00 sampai 17.00 WIB. Di atas jam tersebut, toko dan kios umumnya sudah tutup.

Adeyanti (24), pengunjung asal Serpong, Tangerang Selatan, Banten, mengaku berburu kacamata hitam untuk kado ulang tahun teman kantornya di tempat ini. “Sebenarnya di Tangerang juga banyak (yang jual). Tapi di sini harganya lebih murah, pilihannya juga macam macam,” kata dia akhir pekan ini. Adeyanti berburu kacamata di Senen Jaya usai berolahraga akhir pekan car free day di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, bersama dua sepupunya, menggunakan bus TransJakarta dan turun di lobi barat Senen Jaya 1&2.

Setelah Bercerai dengan Antonio Dedola, Kini Nikita Mirzani Pamer Bule yang Diduga Kekasih Barunya Sosok Lorenzo Abraham Adik Aktor Giorgino Abraham, Kini Pacaran dengan Haico Van der Veken Potret Lawas Kota Takengon Tempo Dulu dan Kini dengan Tugu Gemar Menabung

Sosok dan Biodata Angga Yunanda, Aktor Tampan Foto Mesra dengan Ayu Azhari Kekasih Boy, Dipuji Keren Silvi, 26 tahun, pengunjung lainnya asal Pondok Pinang, Jakarta Selatan, mengaku merogoh kocek Rp250 ribu untuk membawa pulang sepasang kacamata untuk kebutuhan pribadinya. “Aku minus dan silinder kanan kiri Rp150 ribu. Karena nambah photocromic jadi Rp250 ribu. Itu udah termasuk periksa,” ujarnya.

Sentra kacamata di tempat ini berada di lantai 1 Pusat Perbelanjaan Senen Jaya Blok 1&2. Total luasny mencapai 4.000 meter persegi. Dari pengamatan, kacamata yang ditawarkan cukup beragam terutama kacamata bermerek alias branded merek lokal dan impor yang ditalsir model dan unitnya terdiri dari belasan ribu pasang kacamata. Kacamata untuk lifestyle juga dijajakan di sini seperti kacamata hitam, transparan dan kacamata warna warni. Ada sejumlah toko yang memasang harga ada obral melalui penawaran paket frame dan lensa mulai harga Rp100 ribuan.

Salah satu toko kacamata di sini yang berlokasi di dekat eskalator lobi barat menjual koleksi kacamata dengan harga Rp150 ribu sepasang yang mencakup frame plus lensa minus. Toko ini juga menyediakan lensa bluechromic, photochromic hingga lensa blueray yang diklaim 100 persem anti radiasi dan tidak berubah warna. Menurut staf penjualan, harga kacamata di sini bisa ditawar.

Koleksi kacamata lainnya yang bisa didapat di Senen Jaya Blok 1 dan 2 adalah jenis frame kacamata mulai dari aviator, pantos, round, shield, square, wayfarer, mirrored, butterfly, cat eye dan clubmaster. Sejumlah toko menerima pembelian kacamata dengan resep dokter. Boleh dibilang, Pasar Senen adalah pusat niaga tertua dan terlengkap di Jakarta. Posisinya berada di sebelah selatan Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Pusat perbelanjaan ini juga menjadi tempat para pemburu fesyen karena sebagian besar gedung dipenuhi toko toko grosir dan ritel dengan harga terjangkau serta barang koleksi, seperti tekstil, sepatu, jam tangan, topi, tas hingga kacamata semuanya ada. Anton Susilo Nugroho, Manajer Pemasaran Pusat Perbelanjaan Senen Jaya Blok 1&2 mengatakan, sejak selesai direvitalisasi di 2019, kondisi gedung menjadi jauh lebih nyaman dan bersih, dilengkapi toilet di tiap lantai dan foodcourt di lantai basement. Pengelola gedung juga mempekerjakan 40 personil security untuk menjaga ketertiban baik pengunjung maupun pedagang untuk kenyamanan dan keamanan di Senen Jaya 1 dan 2, dan melengkapi dengan penyejuk udara.

Pada malam hari, fasad gedung ini mudah dikenali dari tulisan “Senen Jaya 1&2” di atas gedung yang menyala terang. Fasad gedung ini dirancang lebih elegan dan catchy berkat saputan warna monokrom putih dan abu abu di bagian depan, serta kuning dan merah sebagai aksen. Lapak dan kios kios yang tertata rapi dan bersih dilengkapi tangga berjalan dan mesin penyejuk udara membuat perbelanjaan ini nyaman dan menghilangkan persepsi pusat grosir yang sumpek dan kotor.

"Kami juga memasang kamera CCTV di titik titik strategis keramaian untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan,” kata Anton Susilo Nugroho. Pusat grosir ini terkoneksi langsung dengan Halte TransJakarta Senen, Stasiun Pasar Senen, dan Terminal Senen. Dari Halte Senen bisa berjalan kaki melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) atau menyebrang Jalan Pasar Senen bila dari Stasiun Pasar Senen dan Terminal Senen. Sementara, jika menggunakan kendaraan pribadi bisa melalui tiga jalan protokol, yakni Jalan Pasar Senen, Jalan LetJend Suprapto dan Jalan Bungur Besar Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *